KEUTAMAAN MALAM NISFU SYA’BAN


Keutamaan Malam Nishfu Sya'ban

KEUTAMAAN MALAM NISFU SYA’BAN
๐Ÿ’Ž Pendahuluan
Bulan Syaโ€™ban termasuk salah satu bulan yang agung dalam pandangan syaraโ€™. Rasulullah SAW memuliakan bulan Syaโ€™ban dengan menambah aktifitas ibadah. Sehingga menambah ibadah pada bulan Syaโ€™ban sangat dianjurkan sebagaimana diterangkan dalam hadits shahih. Apabila pada hari-hari bulan Syaโ€™ban dianjurkan meningkatkan aktifitas ibadah dan kebajikan, maka pada malam nishfu Syaโ€™ban lebih dianjurkan lagi karena terdapat banyak hadits yang diriwayatkan dari Nabi SAW tentang keutamaan malam nishfu Syaโ€™ban melebihi hari-hari yang lain pada bulan yang sama.
Hadits-hadits tersebut diriwayatkan dari Abdullah bin Amr, Muโ€™adz bin Jabal, Abu Hurairah, Abu Tsaโ€™labah, Auf bin Malik, Abu Bakar al-Shiddiq, Abu Musa dan Aisyah radhiyallahu โ€˜anhum.
๐Ÿ’Ž Hadits Nisfu Sya’ban
๐Ÿ“ŒHadits Pertama
ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‰ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุทูŽู‘ู„ูุนู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ุฅูู„ู‰ูŽ ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู†ูู‘ุตู’ูู ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ููŽูŠูŽุบู’ููุฑู ู„ูุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ู„ุงูุซู’ู†ูŽูŠู’ู†ู ู…ูุดูŽุงุญูู†ู ูˆูŽู‚ูŽุงุชูู„ู ู†ูŽูู’ุณู . ุฃุฎุฑุฌู‡ ุฃุญู…ุฏ
โ€œDari Abdullah bin Amr, dari Rasulullah SAW bersabda: โ€œAllah SWT melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Syaโ€™ban, lalu memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya kecuali dua orang yang tidak diampuninya, yaitu orang yang bermusuhan dan pembunuh orang.โ€ (HR. Ahmad dalam al-Musnad [2/176] dengan sanad yang lemah, sebagaimana dapat dilihat dalam al-Targhib wa al-Tarhib [3/284] dan Majmaโ€™ al-Zawaid [8/65]).
๐Ÿ“ŒHadits Kedua
ุนูŽู†ู’ ู…ูุนูŽุงุฐู ุจู’ู†ู ุฌูŽุจูŽู„ู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุทูŽู‘ู„ูุนู ุงู„ู„ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู†ูู‘ุตู’ูู ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ููŽูŠูŽุบู’ููุฑู ู„ูุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ู„ูู…ูุดู’ุฑููƒู ุฃูŽูˆู’ ู…ูุดูŽุงุญูู†ู . ุฃุฎุฑุฌู‡ ุงุจู† ุญุจุงู† ููŠ ุตุญูŠุญู‡ ูˆุงู„ุทุจุฑุงู†ูŠุŒ ูˆุฃุจูˆ ู†ุนูŠู… ููŠ ุงู„ุญู„ูŠุฉ.
โ€œDari Muโ€™adz bin Jabal, dari Rasulullah SAW bersabda: โ€œAllah SWT melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nishfu Syaโ€™ban, lalu memberikan ampunan kepada seluruh makhluk-Nya kecuali kepada orang yang menyekutukan Allah atau orang yang bermusuhan.โ€ (HR. Ibn Hibban dalam Shahih-nya [12/481], al-Thabarani dalam al-Muโ€™jam al-Kabir [20/109] dan al-Muโ€™jam al-Ausath, dan Abu Nuโ€™aim dalam Hilyah al-Auliyaโ€™ [5/195], semuanya dari jalur Makhul, dari Malik bin Yukhamir dari Muโ€™adz secara marfuโ€™. Al-Hafizh al-Haitsami berkata dalam Majmaโ€™ al-Zawaid [8/65], โ€œHadits tersebut diriwayatkan oleh al-Thabarani dalam al-Muโ€™jam al-Kabir dan al-Muโ€™jam al-Ausath, dan para perawinya dapat dipercayaโ€. Malik bin Yukhamir seorang perawi tsiqah dan mukhadhram (generasi tabiโ€™in yang mengikuti masa Jahiliyah), sedangkan Makhul pernah menjumpainya, sehingga hadits ini tidak mengalami keterputusan (inqithaโ€™), sebagaimana asumsi sebagian kalangan. Kesimpulannya, Ibnu Hibban sangat tepat dalam menilai shahih hadits tersebut.
Hadits di atas juga diriwayatkan dari 3) jalur Abu Hurairah oleh al-Bazzar dalam Musnad-nya [2/436], 4) jalur Abu Tsaโ€™labah al-Khusyani oleh al-Thabarani [Majmaโ€™ al-Zawaid 8/65] dan Ibnu Abi Ashim dalam al-Sunnah [1/223], 5) jalur Auf bin Malik oleh al-Bazzar [2/463], 6) jalur Abu Bakar al-Shiddiq oleh Ibnu Khuzaimah dalam al-Tauhid [no. 90] dan Ibnu Abi Ashim [no. 509], 7) jalur Abu Musa oleh Ibnu Majah [1/446] dan al-Lalakaโ€™i [no. 763] dan 8) jalur Aisyah oleh Ahmad [6/238], al-Tirmidzi [3/107] dan Ibnu Majah [1/445].
๐Ÿ’Ž Kesimpulan Riwayat Hadits
Kesimpulan dari riwayat-riwayat tersebut adalah menetapkan keutamaan malam Nishfu Syaโ€™ban secara khusus, dan salah satu dari riwayat di atas telah dishahihkan oleh Ibnu Hibban. Bahkan al-Albani juga menilainya shahih dalam Silsilah al-Ahadits al-Shahihah [1144], dalam Shahih Sunan Ibn Majah [1/233] dan dalam taโ€™liq terhadap kitab al-Sunnah karya Ibnu Abi Ashim [no. 509, 510, 511 dan 512). Riwayat yang shahih ini, sekaligus menaikkan riwayat-riwayat lainnya yang dianggap dhaโ€™if menjadi hasan lighairihi sebagaimana telah menjadi ketetapan dalam ilmu hadits.
โญAnjuran dari para Ulama
Oleh karena keutamaan malam Nishfu Syaโ€™ban memiliki dasar yang sangat kuat, umat Islam sejak generasi salaf banyak yang menghidupkannya dengan aneka ragam ibadah seperti shalat, doa dan lain-lain.
๐Ÿ“ŒPendapat Syaikh Ibnu Taimiyah
ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุณูุฆูู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุชูŽูŠู’ู…ููŠูŽู‘ุฉูŽ ุฑูŽุญูู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู†ูู‘ุตู’ูู ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ููŽุฃูŽุฌูŽุงุจูŽ : ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู’ู„ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู†ูู‘ุตู’ูู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ูููŠู’ ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู ุฎูŽุงุตูŽู‘ุฉู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู ุทูŽูˆูŽุงุฆููู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽูู ููŽู‡ููˆูŽ ุญูŽุณูŽู†ูŒ. ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠู’ ู…ูŽูˆู’ุถูุนู ุขุฎูŽุฑูŽ : ูˆูŽุฃูŽู…ูŽู‘ุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู†ูู‘ุตู’ูู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฑููˆููŠูŽ ูููŠู’ ููŽุถู’ู„ูู‡ูŽุง ุฃูŽุญูŽุงุฏููŠู’ุซู ูˆูŽุขูŽุซุงูŽุฑูŒ ูˆูŽู†ูู‚ูู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุทูŽุงุฆูููŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽูู ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงู†ููˆู’ุง ูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู’ู†ูŽ ูููŠู’ู‡ูŽุง ููŽุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ูููŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู‚ูŽุฏู’ ุชูŽู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽู‡ู ูููŠู’ู‡ู ุณูŽู„ูŽููŒ ูˆูŽู„ูŽู‡ู ูููŠู’ู‡ู ุญูุฌูŽู‘ุฉูŒ ููŽู„ูŽุง ูŠูู†ู’ูƒูŽุฑู ู…ูุซู’ู„ู ู‡ูŽุฐูŽุง.
โ€œIbnu Taimiyah ditanya tentang shalat malam Nishfu Syaโ€™ban, maka ia menjawab: โ€œApabila seseorang menunaikan shalat pada malam Nishfu Syaโ€™ban, sendirian atau bersama jamaah tertentu sebagaimana dikerjakan oleh banyak kelompok kaum salaf, maka hal itu baik.โ€ Di tempat lain, Ibnu Taimiyah juga berkata: โ€œAdapun malam Nishfu Syaโ€™ban, telah diriwayatkan banyak hadits dan atsar tentang keutamaannya dan telah dikutip dari sekelompok kaum salaf bahwa mereka menunaikan shalat pada malam itu. Jadi shalat yang dilakukan oleh seseorang sendirinya pada malam tersebut, telah dilakukan sebelumnya oleh kaum salaf dan ia mempunya hujjah, oleh karena itu hal seperti ini tidak boleh diingkari.โ€ (Majmaโ€™ Fatawa Ibni Taimiyah [3/131-132].
๐Ÿ“ŒAl-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali, salah seorang murid Ibnu Taimiyah, juga berkata dalam kitabnya Lathaif al-Maโ€™arif sebagai berikut:
ูˆูŽู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู†ูู‘ุตู’ูู ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุงุจูุนููˆู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุดูŽู‘ุงู…ู ูŠูุนูŽุธูู‘ู…ููˆู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูŽุฌู’ุชูŽู‡ูุฏููˆู’ู†ูŽ ูููŠู’ู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉูุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽุงู„ูุฏู ุจู’ู†ู ู…ูŽุนู’ุฏูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู„ูู‚ู’ู…ูŽุงู†ู ุจู’ู†ู ุนูŽุงู…ูุฑู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุชูŽุงุจูุนููŠ ุงู„ุดูŽู‘ุงู…ู ูŠูŽู‚ููˆู’ู…ููˆู’ู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู†ูู‘ุตู’ููุŒ ูˆูŽูˆูŽุงููŽู‚ูŽู‡ูู…ู ุงู’ู„ุฅูู…ูŽุงู…ู ุฅูุณู’ุญูŽุงู‚ู ุงุจู’ู†ู ุฑูŽุงูŽู‡ูŽูˆู’ูŠู‡ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠู’ ู‚ููŠูŽุงู…ูู‡ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู‹ : ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุจูุฏู’ุนูŽุฉู . ุงู†ุชู‡ู‰ ุจุงุฎุชุตุงุฑ ูˆุชุตุฑู .
โ€œMalam Nishfu Syaโ€™ban, kaum Tabiโ€™in dari penduduk Syam mengagungkannya dan bersungguh-sungguh menunaikan ibadah pada malam tersebut. Khalid bin Maโ€™dan, Luqman bin Amir dan lain-lain dari kalangan tabiโ€™in Syam mendirikan shalat di dalam Masjid pada malam Nishfu Syaโ€™ban. Perbuatan mereka disetujui oleh al-Imam Ishaq Ibnu Rahawaih. Ibnu Rahawaih berkata mengenai shalat sunnah pada malam Nishfu Syaโ€™ban di Masjid-masjid secara berjamaah: โ€œHal tersebut tidak termasuk bidโ€™ah.โ€ (al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali, Lathaif al-Maโ€™arif [h. 263] dengan disederhanakan).
๐Ÿ’Ž Kesimpulan 1
Wal-hasil, keutamaan malam Nishfu Syaโ€™ban memiliki dasar hadits-hadits yang shahih. Menghidupkan malam tersebut dengan aneka ragam ibadah sunnah telah dianjurkan oleh banyak ulama salaf, untuk mengharapkan rahmat Allah yang turun pada malam utama tersebut. Lebih-lebih malam Nishfu Syaโ€™ban termasuk salah satu malam yang dipermudah terkabulnya doa.
๐Ÿ“ŒAl-Imam al-Syafiโ€™i berkata dalam kitab al-Umm sebagai berikut:
( ู‚ุงู„ ุงู„ุดูŽู‘ุงููุนููŠูู‘ ) ูˆูŽุจูŽู„ูŽุบูŽู†ูŽุง ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูƒุงู† ูŠูู‚ูŽุงู„ู ุฅู†ูŽู‘ ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกูŽ ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจู ููŠ ุฎูŽู…ู’ุณู ู„ูŽูŠูŽุงู„ู ููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ูˆูŽุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู…ู† ุฑูŽุฌูŽุจู ูˆูŽู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู†ูู‘ุตู’ูู ู…ู† ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ
Al-Syafiโ€™i berkata: โ€œTelah sampai kepada kami bahwasanya selalu dikatakan bahwa permohonan akan dikabulkan dalam lima malam, yaitu malam Jumโ€™at, malam hari raya idul adha, malam hari raya idul fitri, awal malam di bulan Rajab dan malam Nishfu Syaโ€™ban.โ€ (Al-Imam al-Syafiโ€™i, al-Umm [1/231]).
๐Ÿ’Ž Kesimpulan akhir
Berdasarkan keterangan di atas, kita jumpai kaum Muslimin sejak masa-masa yang silam menghidupkan malam Nishfu Syaโ€™ban dengan aneka ragam ibadah dan kebajikan seperti bersedekah, mengerjakan shalat sunnah secara berjamaah, membaca surat Yasin dan diakhiri dengan doa kepada Allah SWT.
ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู…
Dari : fb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s